SKPI MANAJEMEN SDM

Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) atau Diploma Supplement adalah surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi atau bekerja sama dengan Lembaga atau Asosiasi Penyelenggara SKPI yang berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar. Kualifikasi lulusan diuraikan dalam bentuk narasi deskriptif yang menyatakan capaian pembelajaran lulusan pada jenjang KKNI yang relevan, dalam suatu format standar yang mudah dipahami oleh masyarakat umum.

Saat kelulusan dari Perguruan Tinggi (baik Negeri maupun Swasta), mahasiswa akan mendapatkan beberapa dokumen kelulusan seperti halnya Ijazah, Surat Keterangan Kelulusan (SKL), Transkrip Akademik, dan Dokumen lain yang berkaitan dengan profesi atau Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Menurut Permendikbud No. 81 Tahun 2014, SKPI merupakan dokumen yang memuat informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar. SKPI ini juga dapat dikatakan sebagai “Rekam Jejak Mahasiswa dalam Perkuliahan”. Berbagai macam kegiatan mahasiswa selama perkuliahan dapat digambarkan di SKPI.

Penerbitan SKPI ini didasari oleh adanya tiga Permendikbud, yakni:

  1. Permendikbud No. 73 Tahun 2013,
  2. Permendikbud No. 49 Tahun 2014, dan
  3. Permendikbud No. 81 Tahun 2014.

Manfaat SKPI Bagi Lulusan (Mahasiswa), adalah:

  1. Sebagai dokumen tambahan yang menyatakan kemampuan kerja, penugasan pengetahuan, dan sikap/moral para mahasiswa atau alumni yang lebih mudah dimengerti oleh pihak pengguna di dunia industri,
  2. Sebagai penjelasan yang objektif dari prestasi dan kompetensi pemegang yaitu para mahasiswa atau alumni,
  3. Dapat meningkatkan kelayakan kerja (employability) para mahasiswa atau alumni.

Manfaat SKPI Bagi Perguruan Tinggi, adalah:

  1. Menyediakan penjelasan terkait dengan kualifikasi para mahasiswa atau alumni, yang lebih mudah dimengerti oleh masyarakat atau dunia kerja,
  2. Meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan program dengan pernyataan capaian pembelajaran suatu program studi yang transparan,
  3. Menyatakan bahwa institusi pendidikan berada dalam kerangka kualifikasi nasional yang diakui secara nasional,
  4. Meningkatkan pemahaman tentang kualifikasi pendidikan yang dikeluarkan pada konteks pendidikan yang berbeda-beda.